Iklan

Warga Sidurip : Pak Polisi, Tangkap Pelaku Galian C Ilegal Aras Kabu !! Jalan dan Drainase Kami Rusak

07/04/26, 19:03 WIB Last Updated 2026-04-07T12:18:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Deli Serdang, MimbarKabar – Amarah warga Sidurip, Kecamatan Beringin, akhirnya meledak. Kelompok emak-emak secara terang-terangan menuding adanya aktivitas galian C ilegal di wilayah Aras Kabu yang diduga bebas beroperasi tanpa izin, namun dampaknya justru menghantam warga Sidurip akibat truk-truk pengangkut material yang setiap hari melintas tanpa kendali, merusak jalan, menebar debu, dan mengancam keselamatan.


Warga menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran, tapi bentuk pembiaran yang nyata. Aktivitas ilegal berlangsung terang-terangan, truk keluar masuk tanpa hambatan, seolah hukum tidak berlaku. “Kalau ini ilegal, kenapa dibiarkan? Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas salah satu warga dengan nada keras, Selasa (7/4/2026).


Isu beredar di tengah masyarakat, kepala desa sidurip SG diduga dapat setoran senilai 10 ribu per truk. Sebab, truk - truk melintas di jalan desa sidurip.


Saat di konfirmasi SG membantah isu tersebut seakan membela pelaku galian c itu.


"Tidak benar itu, itu jalan kan jalan umum mana mungkin kita berani melarang."terangnya.


Kondisi ini membuat warga geram. Jalan rusak, lingkungan terganggu, tapi pelaku tetap leluasa. Warga menduga ada pembiaran serius karena aktivitas tersebut berlangsung tanpa tindakan aparat penegak hukum.


Lebih parah lagi, aktivitas galian C ilegal ini tidak hanya merusak jalan desa, tetapi juga merusak drainase dan benteng yang di bangun pemkab deliserdang menggunakan dana APBD.


Tak hanya itu, puluhan truk yang setiap hari melintas menyebabkan pencemaran udara melaui debu dalam jumlah besar, terutama saat musim kemarau, yang setiap hari dihirup warga tanpa perlindungan, memperburuk kualitas hidup dan kesehatan masyarakat sekitar.


“Jika terus dibiarkan, jangan sampai kami turun ke lokasi dan melakukan aksi demo,” tegas warga dengan nada ultimatum, memperingatkan bahwa kesabaran mereka ada batasnya dan kemarahan ini bisa berubah menjadi aksi nyata jika aparat terus bungkam.


Di sisi lain, warga mempertanyakan kehadiran dan kinerja aparat penegak hukum yang dinilai lamban bahkan terkesan tutup mata terhadap praktik ilegal yang sudah sangat jelas terlihat di lapangan, sehingga memunculkan kecurigaan publik adanya pembiaran yang tidak bisa lagi ditoleransi.


Warga kini mendesak aparat kepolisian untuk tidak lagi diam. Tutup lokasi galian C ilegal di Aras Kabu dan tangkap pelakunya. Jika tidak, maka aparat dianggap gagal dan tidak berpihak pada masyarakat.


Saat kapolsek beringin dan kanit tipiter polresta deliserdang di konfirmasi atas adanya galian c ilegal yang menyebabkan keresahan warga, kompak diam.

(MR)

Komentar

Tampilkan

Terkini